Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

5 Teori Perubahan Sosial dan Contohnya

5 Teori perubahan sosial

1. Teori Evolusi

Teori evolusi menyatakan bahwa perubahan sosial memiliki arahan tetap dan berkembang secara lambat atau dalam waktu yang cukup lama didalam sistem masyarakat.

Berdasarkan teori ini, perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan pada kelompok masyarakat, pola pemikiran,  sistem kerja, dan perkembangan sosial masyarakat. Perubahan sosial dalam teori ini jarang menimbulkan konflik karena perubahan yang berlangsung secara lambat sehingga cenderung tidak disadari.

Menurut Soerjono Soekanto terdapat 3 teori evolusi yaitu:

1). Teori Evolusi Uniliniear

Teori ini menyatakan bahwa manusia dan masyarakat mengalami perubahan secara bertahap sesuai dengan tahapan-tahapannya. Misalnya masyarakat yang berkembang dari tahap sederhana ke tahapan yang lebih kompleks.

2). Teori Evolusi Universal

Teori ini menyatakan bahwa perubahan dalam masyarakat tidak harus melalui tahapan-tahapan karena telah mengikuti garis evolusi tertentu. Misalnya urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota. 

3). Teori Evolusi Multiliniear

Teori ini menyatakan bahwa perubahan bisa terjadi dengan beberapa cara, namun cara tersebut tetap mengarah ke arah yang sama, yaitu untuk membentuk masyrakat yang lebih baik. Misalnya, sebelum dilakukan sebuah penelitian, orang-orang tidak sadar telah terjadi perubahan sosial.


2. Teori Fungsional Struktural

Teori Fungsionalis menyatakan bahwa masyarakat merupakan sebuah sistem yang terdiri dari berbagai bagian yang saling berhubungan dan memiliki fungsi yang berperan dalam masyarakat. Misalnya, ketidakpuasan masyarakat terhadap suatu keadaan sosial akan menyebabkan terjadinya perubahan sosial namun ada sebagian masyarakat yang tidak menginginkan perubahan tersebut. Contoh: Hadirnya sekolah PAUD agar anak mengenali lingkungan sosialnya.


3. Teori Konflik

Teori ini  menyatakan bahwa perubahan sosial sebagai hasil dari suatu konflik yang terjadi dalam masyarakat baik yang berdampak positif ataupun negatif. Misalnya, berupa pertentangan antar kelas sosial dalam masyarakat. Contoh: Demo kenaikan harga BBM.


4. Teori Siklus

Teori siklus menyatakan bahwa perubahan mengarah pada perubahan yang berulang,  seperti roda yang berputar, artinya perubahan sosial merupakan suatu yang tidak dapat dihindari ataupun dikendalikan oleh siapapun. Contoh: Perkembangan gaya rambut dan model pakaian.


5. Teori Linier

Teori ini menyatakan bahwa perubahan masyarakat mengarah pada satu tujuan. Contohnya, masyarakat yang berkembang dari primitif ke tradisional hingga ke tahap modern (1 arah).